Malam
itu, 22 Muharram 1439 aku mengikuti kajian yang bernama Halaqah Cinta. Diadakan
oleh pengurus masjid Ulul Azmi Kampus C UNAIR. Dengan judul “Cintaku Bukan
Cinta Biasa”, yang dijadwalkan dimulai pukul 19.00. Aku berangkat dari rumah
setelah sholat Isya’ tepat, langsung menuju lokasi. Sampai di sana sudah lewat
pukul 7 malam. Acara sudah dimulai dengan musik qosidah dan lagu-lagu Islami.
Beberapa
puluh kemudian, muncul MC yang mengisi acara agar tidak monoton. Hingga
akhirnya acara resmi pun dibacakan. Mulai dari Pembukaan, Pembacaan Qalam
Ilahi, Sambutan-sambutan, Pemutaran Video hingga materi inti yang bertemakan
cinta. Materi inti inilah yang kita tunggu-tunggu, yang akan disampaikan oleh
Habib Muhammad bin Anies Sahab dari Malang.
Sebelum
memasuki acara inti, beberapa jam kita menunggu. Alhamdulillah dipandu oleh MC
yang tidak membosankan, pembacaan ayat Al- Quran yang begitu merdu didengar,
hingga sambutan ketua panitia yang begitu berkesan, ditambah sambutan dari
Pembina Masjid Ulul Azmi yaitu oleh salah satu dosen dari kampus tersebut.
Sambutan pembinanya pun membuat jamaah antusias mendengarkan. Di tengah
sambutan Pembina, masuklah rombongan pemateri dan rekannya, yaitu Habib
Muhammad bin Anies Sahab dan kawan-kawan. Kurang lebih waktu sudah menunjukkan
pukul 9 kurang seperempat. Di akhirilah sambutan dosen tersebut.
Alhamdulillah,
rasanya tidak sabar ingin segera mendengar tausiyah dari Habib. Ternyata eh
ternyata masih ada pemutaran video.
Video pun diputar. Karya pengurus masjid Ulul Azmi. Di video itu
mengisahkan seseorang ikhwan yang bertemu jodohnya, ia akan segera menikahi
seorang akhwat. Padahal ia belum pernah mengenal sebelumnya. KARENA JODOHMU
BISA SESEORANG YANG SANGAT DEKAT DENGANMU, DAN BISA ORANG YANG SAMA SEKALI
TIDAK KAMU KENAL SEBELUMNYA.
Ia
bertemu di pertemuan seperti yang aku hadiri saat ini. Mengapa ia begitu yakin
akan menikahi akhwat tersebut, padahal tidak pernah kenal sebelumnya? Jawabnya
karena JODOH ITU BUKAN KARENA MEMAHAMI SIFATNYA, SALING MENGENAL ASAL USULNYA,
ATAU PUN MENGETAHUI KEKURANGAN DAN KELEBIHANNYA. TAPI JODOH ITU KARENA ALLAH.
Seorang
Ikhwan tersebut bertanya kepada sang Akhwat, “Apakah kamu yakin mau menikah
denganku, bagaimana jika kau tak mencintaiku?”
Sang
Akhwat menjawab, “Aku yakin jika kamu mencintaiku karena Allah, bagaimana bisa
aku tidak mencintaimu karena Allah. Cinta kita karena Allah.”
Masya
Allah. Cinta yang utama adalah cinta kepada Allah. Barulah cinta kepada
ciptaan- Nya karena Pencipta- Nya.
Pemutaran
video pun berakhir. Sepertinya banyak jamaah yang seakan terhipnotis dengan
video yang begitu menyejukkan hati tersebut. Tiba-tiba MC muncul lagi yang
membawa berita gembira. Kita akan memasuki acara inti yaitu materi yang
disampaikan oleh Habib Muhammad bin Anies Sahab.
Materi
inti itu akan dipimpin oleh seorang moderator. Dan moderator itu adalah pemeran
utama dalam video yang telah diputarkan tadi. Seingat saya namanya Suyono siapa
gitu, agak sulit sih. Mahasiswa semester 7 dari Jombang. Setelah diperkenalkan
dirinya moderator itu muncul. Cara menyapa jamaah pun begitu menyenangkan,
humoris. Apalagi sapaan “Jomblowan dan Jomblowati” untuk semua jamaah yang
hadir. Karena ia yakin jamaah yang hadir sudah tentu jomblo semua. Karena
temanya tentang cinta.
Karena
membahas soal cinta, pasti di kalangan anak muda sangat betah. Gak aka nada
habisnya. Sayangnya jam sudah menunjukkan 9 lewat. Langsung saja moderator
membacakan data diri pemateri. à Blab la bla bla.
Habib
ini lahir di Malang pada tahun 1981. Berarti sekarang berusia 36 tahun.
Parasnya terlihat seperti keturunan Arab. Ganteng. Putih. Tinggi. Mancung.
Hihii. Ia pernah melanjutkan S1 di Darul Musthofa, Yaman.
Gak
kerasa waktu sudah menunjukkan 10 kurang 25 menit. Aku harus bergegas pulang
karena sudah cukup malam. Padahal cara penyampaian Habib begitu menyenangkan,
penuh humor, dan kreatif. Aku hanya bisa mendengarkan hanya beberapa saja.
Berikutlah yang aku dapatkan dari semua cerita Habib yang aku dengar:
1. Definisi
Cinta, Cinta adalah suatu aktivitas atau kegiatan terhadap objek, cinta itu
berbentuk pengorbanan diri, kasih sayang, perhatian, kepada objek
2. Cinta
sejati itu adalah cinta Allah kepada hamba- Nya.
3. Cinta
di dunia itu bukanlah cinta sejati. Apalagi melihat anak zaman sekarang. Mulai
dari SD, SMP, SMA banyak yang menyatakan cinta setelah itu dilanjutkan dengan
berpelukan. Sangatlah tidak malu terhadap perbuatan yang melanggar agama.
Berpelukan dengan yang bukan muhrim. Mungkin mereka belum bisa memikirkan hal
itu. Bahwa bersentuhan dengan bukan muhrim adalah haram, mendapat dosa.
4. Di
era sekarang tidak ada yang tidak kenal dengan medsos, media sosial. Bagaimana
caranya kita memanfaatkan medsos kita untuk kebaikan, berdakwah. Sampaikanlah
walaupun satu ayat. Tidak harus kita menjadi ustad, ustadzah, guru, kyai, ulama
untuk menyampaikan kebaikan melalui status facebook, instagram. Tidak perlu
malu. Bantulah menyebarkan ajaran-ajaran agama Islam. Tidak masalah kita belum
benar-benar baik, karena status itu juga untuk diri kita sendiri, mengingatkan.
Juga untuk mengajarkan ke orang lain.
5. Minta
ampunan kepada Allah, karena Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Jika
merasa melakukan dosa, bertobatlah! Karena Allah pasti akan mengampuni hamba-
Nya yang mau bertobat. Dan janganlah sampai diulangi lagi!
Allah
juga Maha Penyayang. Allah begitu menyayangi hamba-hamba- Nya.
6. Kajian-kajian
cinta begitu banyak diminati oleh kaum muda, terutama jomblowan dan jomblowati.
Kegiatan begitu bermanfaat di kalangan anak muda dibandingkan berpacaran.
Karena pacaran itu akan mendekatkan diri kita kepada perbuatan zina. Lebih baik
pacaran setelah menikah. Untuk menuju sebuah pernikahan alangkah baiknya kita
juga sering mengikuti kajian-kajian tentang cinta, juga bisa kajian pranikah.
Karena kajian pranikah bukan hanya untuk orang yang akan menikah dalam waktu
seminggu ini misalnya, baru orang itu mengikuti kajian pranikah. TIDAK! Bahkan
kajian tentang nikah dibutuhkan oleh jomblo jauh-jauh hari sebelum menikah,
agar memahami dan mengerti apa-apa saja untuk memantaskan masing-masing diri
dalam menjemput jodoh sebelum disatukan dalam ikatan yang disebut pernikahan.
Mungkin, itu saja mungkin yang dapat
saya ceritakan. Jika ada salah mengartikan dalam penyampaian materi tersebut,
jika ada pembaca yang kebetulan mengikuti acara ini juga, mohon dikoreksi. Terimakasih.
J
Selain beberapa hal yang sudah saya
ceritakan, malam itu saya juga merasa beruntung. Karena bisa menghadiri acara
tersebut. Yang saya rasakan, ternyata banyak akhwat yang rela pulang malam
untuk mendatangi dan mengikuti kajian tersebut. Padahal di luar sana ketika
pulang malam, banyak sekali kejahatan yang bisa saja menimpa kita. Tapi atas
keyakinan kita dalam mencari ilmu, pasti Allah akan selalu melindungi kita.
Aamiin yaa robbal alamiin.
Dengan perasaan terpaksa, aku pulang. Padahal
kajian belum usai. Dari cerita teman keesokan harinya, setelah aku pulang
pembahasannya lebih seru. Masih berlanjut hingga pukul 23.00, sedangkan aku
mendengarkan kajiannya hanya beberapa puluh menit saja. Alhamdulillah. J
Semoga bisa mengamalkan ilmunya, dan bertemu kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar