Rabu, 05 Agustus 2015

"Kurang luweh se ngono, Man."

Dua orang lelaki sedang duduk di depan balai desa, waktu itu cukup sepi karena sudah menjelang malam. Mereka bukan homo, melainkan sepasang sahabat. Kebetulan keduanya mendapat giliran ronda. Suara Parman memecah keheningan malam itu, "Gus, kamu kan orang pintar, mungkin kamu bisa bantu kasih saran pada temanmu yg jomblo ini, skrg aku lagi deket sama cewek."
"Maksudnya orang pintar, kmu kira aku dukun gitu?" Agus heran.
"Bukanlah. Kamu kan emang orang pintar skrg kmu kuliah apalagi kuliah di Psikologi, bukannya diajarkan tentang sifat-sifat cewek gitu ya?" kata Parman.
"Hmm.. Jare sopo? Kamu itu ya cewek terus yang ditanyain."
"Lha iya, wong koncomu iki jomblo terus, Gus, kan pengen nduwe pacar."
"Emang ada apa?"
"Aku tuh kenal cewek, Gus. Ayu, kalem, senyumnya manis banget kayak permen."
"Lah permen itu gak selamanya manis, Man, yg namanya permen asem itu rasanya ya asem."
"Iya ya, kayak teh anget aja kalo gtu."
"Teh anget kan juga ada yg tawar."
"Duh, ribet bener sih. Ya pokoke manis banget ngono lah."
"Kamu itu mengibaratkannya kurang pas."
"Lah mangkane iku aku gak isok nerusno kuliah."
Agus heran dengan perkataan terakhir sahabatnya itu.
"Senyume, Gus, nggarai ati ayem pokoke. Yeopo ngonoku?," lanjut Parman.
"Jika dia tersenyum ramah biasanya menandakan orang itu baik hatinya, suci akhlaknya, dan tidak menyombongakan diri, Man. Juga penyayang serta tulus dalam menerima maupun memberi," Agus mulai menerawang.
"Mugo-mugo senyume gak digawe-gawe yo, Gus. Manis tenan ee," kata Parman dg semangat. "Tapi Gus, jarene koncone areke mudah nangis nek disakiti, aku wedi ngelarakno atine, Gus, piye?" lanjut Parman.
"Apabila dia mudah menangis menandakan sosok yang setia, mudah merindukan seseorang dan berat bila melepaskan cintanya. Jangan sampai kamu membuatnya terluka dan kecewa," jawab Agus.
"Iyo, Gus. Aku bakalan njogo iku," kata Parman tegas. "Dia tipe cewek yg ceria, Gus. Seneng banget aku nyawang arek sing ceria ngonoku," tambah Parman.
"Bila dia mudah ceria menandakan perempuan yg selalu berharap akan hadirnya seseorang yg bisa memberinya kebahagiaan serta dapat menghapus air matanya di masa lalu," sahut Agus dengan wajah yg meyakinkan.
"Oh ngono yo, Gus."
"Kurang luweh se ngono, Man."
"Tapi areke rodok cuek, Gus."
"Nek cuek karo manja iku biasae baru-baru kenal. Tapi nek wes akrab pasti nyenengno. Ngomong-ngomong wes kenal berapa lama?"
"Sek tas wingi, Gus. Pas aku njemput adekku, ketemu nang kantin sekolahane."
"Man, Parman, ngono kok ngakune kenal deket," kata Agus heran.

-TAMAT-


@diantynurfitri